Selasa, 19 April 2022

Viral! Konten Kreator Makeup Dengan Tema Kemerdekaan RI 17 Agustus

 

Foto makeup Yohanna dengan gambar peta Indonesia

Tepat pada 17 Agustus 2021 lalu, Indonesia sedang memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh ke-76. Pada hari itu menjadi hari kebahagiaan serta kebanggaan Republik Indonesia, di mana 17 Agustus ini menjadi tanggal bersejarah bagi kita semua warga Indonesia. 

Hari Ulang Tahun Republik Indonesia menjadi momen sebagian orang membuat berbagai karya dengan tema Kemerdekaan. Beragam cara dilakukan masyarakat untuk ikut merayakan HUT RI, salah satunya lewat makeup.

Pada HUT RI 2021 sebuah video viral di media sosial TikTok maupun Instagram karya dari seorang content creator atau beauty vlogger, Adalah wanita bernama Yohanna Sicillia. Wanita yang mendedikasikan waktunya selama 18 jam untuk membuat makeup bertema HUT RI dan mengunggahnya di TikTok. Hasil makeup Yohanna pun viral.

Mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk menciptakan makeup unik, menarik yang bisa mengundang perhatian warganet.  Bermodalkan alat makeup dan wajah sebagai medianya, hasil makeup mereka sungguh menakjubkan. Pada momen kali ini, para kreator membuat konsep makeup dengan tema 17 Agustus. 



Yohanna membagikan video makeup miliknya lewat akun @yohannasicillia, pada Sabtu (14/8/2021). Dia mempersembahkan beberapa look makeup dalam video tersebut. Vidio viral tersebut telah di tonton sebanyak 45 juta orang, dengan like 6 juta dan komentar 91 ribu orang.

 

Banyak netizen yang terkejut, takjub dan mengagumi hasil karya makeup dengan detail makeup yang totalitas dari Yohanna ini. Setiap detailnya begitu apik dan seperti sungguhan. Dalam video yang dibagikan tersebut, para kreator berdandan menyerupai burung garuda. Ada juga yang bertemakan Bhineka Tunggal Ika di wajahnya. Ada juga yang membuat gambar bendera merah putih di setiap sudut wajahnya.

Hasil karya makeup mereka benar-benar luar biasa dan totalitas. Tak heran, jika banyak netizen yang memberikan banyak jempol atas karya para konten kreator tersebut. Unggahan video tersebut pun berhasil dibanjiri komentar positif dari para warganet.

Dalam unggahannya di Instagram, Yohanna Sicillia menyebutkan bahwa dirinya mempersilahkan netizen untuk menyimpan video dan membuat video yang serupa dengan dirinya sebagai cara untuk menyemarakkan kemerdekaan Indonesia.

Yohanna Sicilia juga mengungkapkan bahwa dirinya berharap video yang dibagikannya bisa menjadi hiburan di tengah pandemi yang bisa membuat orang menjadi bosan.

Sebagai penutup Yohanna Sicillia membagikan harapannya agar kondisi pandemi Covid-19 di tanah air lekas mereda.

Selasa, 12 April 2022

PERLOMBAAN 17 AGUSTUS SAAT PANDEMI DI DEPOK

 

Foto lomba menggambar 17 Agustusan secara online (www. smadharmakaryaut.com)

Wali Kota Depok Mohammad Idris melarang digelarnya perlombaan untuk memperingati Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2021 mendatang, kecuali dilaksanakan secara online.

Untuk menyemarakkan perayaan, Idris mengimbau agar setiap lingkungan gedung, perkantoran pemerintah maupun swasta, memasang dekorasi, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho, atau hiasan lainnya selama bulan ini. Idris juga meminta agar warga memasang bendera merah-putih sejak selama bulan Agustus.

Selain online, kamu juga dapat melaksanakan lomba 17 Agustusan ini di rumah bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Jika akan mengadakan lomba online sebelumnya tunjuk satu rekan untuk menjadi koordinator pelaksanaan lomba online ini.

Buat ruang dan undang beberapa orang teman di aplikasi yang dapat melakukan panggilan video seperti WhatsApp, GMeet, atau Zoom untuk mengadakan lomba 17 Agustusan tersebut.

Berikut adalah rekomendasi lomba 17 Agustusan yang bisa dilakukan secara online saat pandemi Covid-19 dan tetap bisa memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-76 di tahun 2021 cukup dari rumah saja.

1.      Lomba Desain Poster
Kalau kamu dan teman-teman suka menggambar, maka ini ide lomba online agustusan yang bisa dicoba. Tidak harus punya bakat lukis atau desain grafis yang bagus, justru semakin aneh desain yang dikumpulkan, akan semakin lucu dan mengundang gelak tawa. 

Tentukan tema dari poster, misalnya tema lomba 17 Agustus se-RW, proklamasi kemerdekaan, dan masih banyak lagi. Supaya lebih seru lagi, tentukan durasi pengerjaan dalam waktu yang singkat. Pilih juga juri dan sistem penilaian agar lomba terasa adil.

2.      Lomba Karaoke
Walau lagi di rumah saja, Anda masih bisa karaokean seru bareng teman atau keluarga, lho. Apalagi di momen perayaan 17 Agustus kali ini, Anda bisa mengadakan lomba karaoke virtual. Ajak keluarga dan teman untuk menyanyikan lagu bertema kemerdekaan. 

Hal yang harus disiapkan tentu saja judul lagu, juri, sistem penilaian, dan platform online video call. Tidak perlu mic, asalkan suaranya jelas terdengar selama online video call. Setelah memilih lagu, Anda tinggal mencari versi instrumentalnya di YouTube. Kalau mau totalitas, bisa juga meminta peserta untuk memakai kostum unik untuk menambah nilai. Jangan lupa juga untuk merekam sesi lomba karaoke ini sebagai kenang-kenangan yang lucu. 

3.      Lomba Selfie Kreatif
Kalau tidak mau ide lomba online agustusan yang ribet dan tanpa persiapan sama sekali, adakan saja lomba selfie kreatif. Anda hanya tinggal memberikan tema dan arahan kepada para peserta, misalnya harus selfie dengan ukuran portrait atau selfie dengan bendera merah putih. 

Soal temanya, cari yang sesuai dengan keinginan Anda. Untuk tema yang lucu, bisa meminta peserta untuk merekreasikan kembali momen bersejarah seperti proklamasi kemerdekaan, menjahit bendera merah putih, dan lain-lainnya. Nah, kalau ingin tema selfie yang mudah, bisa menentukan tema seperti warna merah-putih, pahlawan kemerdekaan, salut bendera, dan masih banyak lagi. 

4.      Lomba Tulis Puisi
Semasa sekolah, biasanya selalu ada momen pembacaan puisi di upacara pengibaran bendera. Jangan mau kalah, kali ini Anda juga bisa mengadakan lomba tulis puisi yang bisa diikuti oleh teman, keluarga, atau rekan kerja. Tentunya ide lomba online agustusan ini akan membangkitkan semangat nasionalisme serta membawa kita bernostalgia ke masa sekolah dulu. 

Minta peserta untuk membuat puisi dengan minimal 4 bait dan tentukan tema puisinya. Setelah itu, undang peserta untuk membacakan puisi tersebut melalui sambungan video call. Nah, para juri bisa menilai dari isi puisi dan gaya pembacaan puisi tersebut. Sebagai penyelenggara, pastikan juga semua karya puisi bukan hasil plagiarisme, ya!

5.      Lomba Sambung Lagu
Semua orang pasti punya lagu kesukaan. Kita juga hafal banyak lirik lagu karena saking seringnya menyanyikan lagu tersebut. Pasti seru sekali untuk mengadakan lomba sambung lagu. Cara memainkannya juga tidak ribet, tinggal pilih satu lagu sebagai awalnya. 

Cara mainnya, Anda menyanyikan 5-6 kata dalam lirik lagu, lalu orang selanjutnya harus menyanyikan lirik lagu lain yang memiliki kata yang sama dengan kata terakhir dalam lagu pertama. Misalnya, Anda menyanyikan, “Merah putih teruslah berkibar” dan orang selanjutnya melanjutkan kata “berkibar” dengan menyanyikan, “Berkibarlah benderaku, lambang suci gagah perwira.”

Itu dia beberapa ide lomba online agustusan yang seru untuk dimainkan bersama-sama. Cocok sekali untuk mengisi perayaan HUT RI di kantor, rumah, atau grup pertemanan. Selama momen kemerdekaan ini, tetaplah memprioritaskan kesehatan dengan beraktivitas di rumah saja.

 

SOSIAL DAN BUDAYA DI KOTA DEPOK

 

Budaya orang Depok, berbagi makanan dirantang (www.depoktren.com)

Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan  ragam budayanya. Perbedaan budaya ini menjadikan kita bangsa yang unik dengan motto Bhineka Tunggal Ika “ walau berbeda tetapi tetap satu jua” . Tidak sulit menjumpai warna warni budaya Indonesia,  apalagi jika lokasi tempat tinggal Kita adalah daerah multietnis seperti kota Jakarta, Depok dan Bekasi.

 

Depok adalah dalah satu daerah yang terletak di Jawa Barat. Lokasinya dekat dengan Jakarta dan tidak terlalu jauh dari Bogor. Tak heran jika sebagian besar warga Depok berasal dari Suku Betawi dan Sunda. Kota Depok sejak dahulukala telah ditempati oleh etnis besar yaitu Melayu. Varian Melayu yang hidup di Pulau Jawa, Jawa Barat bagian utara dihuni oleh Melayu Betawi. Oleh karena itu, budaya Kota Depok, mengikut kepada induknya, salah satunya yaitu budaya Betawi. Tetapi, semenjak tahun 1990 an Depok ramai dikunjungi para pendatang karena lokasinya yang dekat dengan Ibu Kota.

 

Meskipun Kota Depok masuk ke dalam Provinsi Jawa Barat, namun penduduk Kota Depok lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa Indonesia atau betawi, Depok tidak identik dengan bahasa sunda Jawa Barat.

Warga Depok, memiliki kegiatan sosial berupa:

·         Gotong royong, biasanya diadakan setiap seminggu/sebulan sekali pada hari libur, guna untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan warga nya.

·         Rapat pengurus pemuda/i di masing-masing RT (karang taruna). Biasa dilakukan ketika akan mengadakan suatu kegiatan. Misalnya : menyambut hari kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan lomba-lomba.

Warga Depok, memiliki beberapa kebudayaan seperti :

·         Memingit calon pengantin menjelang acara pernikahan, biasanya calon pengantin akan dipingit yaitu tidak boleh keluar rumah dan bertemu dengan calonnya dengan batas waktu yang ditentukan.

·         Syukuran menjelang acara pernikahan, biasanya sehari sebelum acara pernikahan akan diadakan acara syukuran keluarga

·         Menyalakan petasan untuk menyambut para tamu atau undangan ke dalam pesta pernikahan.

·         Palang pintu , yaitu saling beradu pantun dan adu silat oleh masing-masing perwakilan dari keluarga mempelai.

·         Menjenguk warga yang sakit, melahirkan dan meninggal. Mereka biasa melakukannya secara bersama-sama / rombongan.

·         Pengajian keluaga, biasa dilakukan dengan acara kumpul keluarga besar untuk membaca yasin, dzikir, tahlil dan do'a serta acara makan bersama. Untuk menjaga tali silaturrahmi antar keluarga. 

·         Membagi makanan ke tetangga dengan piring kita, lalu sambil tetangga mengembalikan piring kita, mereka mengisi kembali makanan yang mereka punya untuk kita. It's so sweet..

 

Sistem Nilai Masyarakat Depok sebagaimana masyarakat Betawi, terbentuk dari percampuran berbagai nilai dari berbagai kelompok etnik yang sejak zaman dahulu bermukim, sehingga masyarakat Depok memiliki sistem nilai, pranata, dan tradisi yang merupakan hasil akulturasi dari berbagai nilai budaya yang membentuknya.Masyarakat Depok, sebagaimana masyarakat Betawi adalah masyarakat yang bersifat terbuka, egaliter, dan agamis, di mana sistem nilai budaya, pranata, dan tradisi yang berkembang dalam masyarakat merupakan perwujudan atau diturunkan dari nilai-nilai dalam agama, khususnya agama Islam.

Karena merupakan hasil akultarasi dari beragam kebudayaan, maka sistem nilai, pranata, dan tradisi-tradisi budaya yang dimilikinya menjadi sangat khas dan unik, terutama yang berkaitan dengan unsur kebudayaan bahasa, sistem religi (agama) dan kesenian.

Kota Depok adalah wilayah yang terbuka bagi para pendatang dengan berbagai kepentingan, baik bagi warga negara Indonesia yang berasal dari berbagai daerah maupun bagi warga negara asing dari berbagai negara, yang berdampak pada terjadinya proses perubahan sosial dan budaya yang amat cepat pada masyarakat, sudah pada masyarakat Depok.Selain proses akulturasi budaya, proses modernisasi dan globalisasi juga telah memicu perubahan yang demikian cepat, yang tentu membawa dampak bagi penduduknya.

Nilai-nilai budaya budaya yang baik dan relevan dengan kondisi masyarakat masa sekarang, seperti nilai-nilai kejujuran, kekeluargaan, keterbukaan, kebersamaan, kepatuhan terhadap norma agama, kesopanan atau kesusilaan, kepedulian terhadap alam dan lingkungan hidup, antikorupsi, dan sebagainya, sebaiknya diaktualisasikan kembali pada masa sekarang dan masa mendatang dengan cara menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang ada (atau bila mungkin, menghidupkan tradisi yang sudah punah).

Demikian sosial dan budaya dari kota Depok.


KEHIDUPAN SANG VETERAN DARI KOTA DEPOK

 

Mugenih bersama istri dan piagam (Foto: BQ)

 

Tahukah Anda, ada pahlawan yang tak tersorot oleh publik di Kota Depok? Siapakah dia yang selalu bersemangat itu? Bagaimana kehidupannya sekarang?

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Pahlawan, sebutan ini diberikan untuk mereka yang telah berjuang membela tanah air. Seorang pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga. Tanpa lelah dan tanpa pamrih, mereka berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan.

Indonesia telah merdeka dari penjajah sejak 76 tahun lalu. Banyak pahlawan yang gugur dalam berjuang di medan perang. Namun, tak sedikit pula yang berhasil selamat dan melanjutkan hidup hingga kini. Walau kehidupan mereka jauh dari sorotan publik, tetapi mereka tetap bersemangat menjalani hidup dalam kemerdekaan Indonesia sebagai veteran.

Dia adalah Mugenih, laki-laki berusia 89 tahun seorang pejuang veteran. Saat Indonesia belum merdeka, ia tergabung dalam Heiho pada zaman penjajahan Jepang. Ketika Indonesia telah merdeka 1945, Mugenih tergabung dalam anggota Laskar Rakyat dan BKR, hingga berganti menjadi TNI.

Pejuang veteran ini tinggal di rumah pribadi sederhana, yang terletak di Margonda Raya Depok, Jawa Barat. Ia tinggal bersama istri dan salah satu anaknya yang telah berkeluarga. Mugenih merupakan warga asli Kota Depok dan menetap di Depok hingga sekarang.

Pada tahun 90-an, Suami dari Aisyah ini mendapatkan beberapa piagam penghargaan. Antara lain: dari Dewan Harian Nasional Angkatan-45 pada 17 Agustus 1995, dari Kepala Kelurahan Pondok Cina 17 Agustus 1995, dan dari Walikota Depok 17 Agustus 1996. Kesemuanya diberikan pada Mugenih sebagai apresiasi atas perjuagannya membela Tanah Air.

Piagam-piagam dalam bingkai kayu yang terpajang rapi di dinding rumahnya, memang menjadi bukti sejarah. Di masa sekarang, penghargaan seperti itu tak diterimanya lagi. Bahkan, keberadaannya pun tak tersentuh publik.

Mencari Tambahan Uang

Semakin jauh langkah kaki bangsa setelah merdeka, kehidupan dan kesejahteraan para pejuang ini sering kali jadi hal yang terlupakan. Banyak cerita menyentuh tentang kehidupan mereka yang cenderung sederhana dan seadanya. Tapi, semangat juang mereka tetap tak pernah padam.

Kehidupannya kini di masa senja, dapat dikatakan jauh dari kemewahan. Meski semua anaknya telah berkeluarga, tetapi ia tak mau meminta apa-apa dari anak-anaknya. Malah anak ke-5 pasangan H. Adih dan Saodah ini, bertekad menghidupi diri sendiri dan istrinya. Namun jika hanya mengandalkan uang pensiun, memang tak akan mencukupi biaya hidup. Oleh sebab itu, ia bekerja sampingan sebagai tukang urut di rumahnya.

Setiap hari ada saja orang yang ingin diurut olehnya. Mereka memang menderita suatu penyakit atau sekadar pegal-pegal biasa. Biasanya, mereka memberikan uang seikhlasnya atas jasa urut Mugenih. Saat ini pun ia masih tetap menerima orang yang ingin memakai jasa urutnya, walau sebenarnya tenaga yang dimiliki Mugenih tak sekuat dahulu.

Beberapa tahun yang lalu, Mugenih telah kehilangan sebagian pendengarannya. Faktor usia membuat veteran ini harus merelakan pendengarannya berkurang. Terkadang tetangga atau orang lain yang menyapanya di jalan maupun di rumah, tak dijawabnya. Ia hanya tersenyum dan mengangkat tangan kanannya.

Begitu pun saat dirinya berolahraga. Demi kesehatan, ia melakukan lari pagi secara rutin. Mulai pukul 06.00 Wib hingga 08.00 Wib, meski hanya ke sekitar rumah dan melewati Kelurahan Pondok Cina saja. Walaupun usianya telah senja, Mugenih masih bersemangat menjalani hidup.

Ketika lari pagi, Mugenih tetap memakai pakaian loreng-loreng atau yang berwarna hijau khas tentara. Pakaian tersebut mengingatkannya pada 76 tahun lalu, saat berjuang bersama para pahlawan lainnya membela Indonesia tercinta. Kenangan itu terus terpatri dalam benak, bahkan di setiap langkah kakinya.

Mampukah kita –sebagai generasi penerus bangsa– memiliki semangat yang tinggi seperti Mugenih? Penjajah memang telah hengkang dari Tanah Air kita, tetapi bagaimana dengan jajahan berbentuk kemiskinan dan kebodohan?

Sampai kapanpun, semangat para veteran takkan pernah padam. Yuk, saatnya peduli para veteran.

 



cr: wordpress.com

TEMPAT-TEMPAT BERSEJARAH DI DEPOK

 Depok, kota yang memiliki segudang cerita ternyata juga memiliki warisan sejarah yang patut dijaga. Terutama peninggalan sejarah berbagai tempat di era sebelum merdeka.

Banyak tempat-tempat bersejarah di Depok yang memiliki nilai historis yang sebagian masih ada hingga saat ini. Depok juga terdapat kawasan yang merupakan kota tua-nya depok yaitu yang disebut dengan Depok Lama. Kawasan Depok Lama ini meliputi seluruh Kelurahan Depok termasuk Jalan Pemuda dan sekitarnya, Jalan Siliwangi dan sekitarnya, Jalan Kartini dan sekitarnya, Stasiun KA Depok (dahulu bernama stasiun Depok Lama) dan sebagian Jalan Dewi Sartika. Tapi tidak hanya di Kawasan Depok Lama terdapat tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok, masih banyak di luar kawasan tersebut yang juga mempunyai nilai sejarah.

Masyarakat pun bisa berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Depok sekadar untuk melihat-lihat atau berwisata sekalipun.

Berikut ini ada beberapa tempat bersejarah di kota Depok

1.      Monumen Cornelis Chastellain


                        

Cornelis Chastelein, seorang tuan tanah di daerah Depok pada masa awal kolonisasi VOC di Jawa, merupakan seorang yang memerdekakan 12 keluarga budak yang berisikan kurang lebih 200 orang. Berkat jasanya itu, tepat 200 tahun memperingati meninggalnya Chastelein, didirikanlah tugu Cornelis pada tahun 1914.

Monumen ini sekarang berada di halaman depan dalam area Rumah Sakit Harapan Depok. Monumen ini merupakan tugu pertama yang ada di Depok ketika itu. Pada tahun 1960, tugu ini dihancurkan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa tugu tersebut dihancurkan. Pada tahun 2002, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merencanakan pembangunan kembali tugu tersebut namun belum mendapatkan izin dari pemerintah dengan alasan bahwa Cornelis Chastelein bukanlah seorang pejuang atau pahlawan dan sebuah tulisan kalimat pada tugu yang dianggap berbau SARA. Baru pada tahun 2014 tugu ini baru dibangun kembali setelah mendapat ijin serta dihilangkannya tulisan yang dianggap berbau SARA.

 

2.      Rumah Sakit Harapan Depok

                        


Masih berada di kawasan Jalan Pemuda, dahulunya bangunan yang dijadikan rumah sakit ini adalah bangunan kantor dari Cornelis Chastellain yang merupakan pusat pemerintahan kotapraja Depok dimasa lampau. Diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada tahun 1880. Rumah Sakit Harapan Depok, rumah sakit pertama yang berdiri di Depok.

 

3.      Jembatan Panus

                        

Jembatan Panus adalah sebuah jembatan peninggalan dari Belanda. Jembatan Panus ini dibangun oleh pemerintah Belanda diatas Sungai Ciliwung pada tahun1917. Penamaan jembatan itu diambil dari nama depan orang Belanda yang sudah lama tinggal disitu yang bernama Stephanus Leander tersebut. Tetapi, mayoritas warga sekitar adalah orang sunda maka warga memanggilnya Panus.

Jembatan Panus pada zaman dulu adalah satu-satunya jalan penghubung antara Bogor menuju Depok dan Jakarta. Jembatan ini sudah jarang digunakan sejak tahun 1990 setelah jembatan yang lebih besar dibangun.

 

4.      Gereja GPIB Immanuel Depok

                        


Gereja ini didirikan sejak tahun 1713 dengan nama “De Protestantse Kerk”. Gereja ini awalnya dibangun menggunakan material kayu dan anyaman bambu. Namun dengan seiring berjalannya waktu, gereja ini mengalami perbaikan pada tahun 1792 dengan mengganti material yang ada menjadi menggunakan batu-batuan sebagai bahan pokok bangunannya. Gereja ini baru dibangun secara permanen pada tahun 1854, dan pada tahun 1989 gereja ini mengalami perombakan dan perluasan


Nah itu adalah beberapa tempat bersejarah yang ada di Depok.

PERLOMBAAN 17 AGUSTUS DI DEPOK SEBELUM PANDEMI

 

Bulan Agustus adalah bulan yang cukup spesial bagi bangsa Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan.

Biasanya ada berbagai acara untuk menyambut, memperingati, serta memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai acara syukuran, upacara bendera, hingga berbagai perlombaan di berbagai lingkungan, baik sekolah, perkantoran, maupun kompleks tempat tinggal.

Kegiatan lomba 17 Agustusan bisa jadi merupakan acara favorit dan paling ditunggu oleh seluruh warga Indonesia karena sangat semarak, menyatukan berbagai elemen dalam masyarakat dan bisa mengeratkan tali persaudaraan antarwarga.

Beberapa lomba yang sering diadakan di Beji, Depok yaitu,

1.      Lomba balap karung.

                                                        Foto balap karung (www.Quora.com)


Lomba ini menyimbolkan pakaian sederhana yang masyarakat Indonesia kenakan pada zaman dahulu. Meskipun diubah menjadi lomba tahunan sebagai peringatan HUT RI, lomba ini sebenarnya telah populer sejak Belanda masih menduduki Indonesia. Biasanya karung yang dipakai adalah karung goni.

Cara bermain:

·         Peserta lomba masuk dan berdiri di dalam karung sembari tangannya menggenggam kedua ujung karung agar tidak turun.

·         Semua peserta berdiri di garis start. Pada hitungan ketiga, para peserta berlomba mencapai garis finish dengan cara melompat dengan karungnya.

·         Yang mencapai garis finish lebih dulu adalah pemenang.

 

2.     Panjat pinang

                                                                        Foto panjat pinang (www.wordpress.com)


Lomba ini diadakan sebagai hiburan kaum kolonial yang ingin melihat masyarakat pribumi memperebutkan "barang mewah" seperti kebutuhan pokok. Barang-barang tersebut digantungkan di atas pinang yang harus dipanjat masyarakat Indonesia jika mereka ingin mendapatkannya. Lomba ini menyimbolkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Cara bermain:

·         Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas yang disiapkan oleh panitia perlombaan.

·         Di bagian atas pohon tersebut sudah disiapkan berbagai hadiah menarik.

·         Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon yang biasanya pohon pinang.

 

3.      Makan kerupuk

                                        Foto lomba makan kerupuk (www.padahakan.com)


Kerupuk menyimbolkan kesederhanaan dan makanan yang mudah didapat. Peserta lomba makan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan. Peserta yang dapat menghabiskan kerupuk terlebih dahulu maka menjadi pemenangnya.

Cara bermain:

·         Masing – masing peserta berdiri di depan kerupuk mereka masing – masing yang telah disediakan oleh panitia.

·         Peserta lomba memutar tubuh 360 derajat 2 atau tiga kali setelah tanda peluit dibunyikan.

·         Memulai memakan kerupuk dengan kepala menengadah kearah kerupuk yang digantung.

·         Tangan masing – masing peserta diletakkan dibelakang, dan tidak boleh memegang kerupuk ataupun tali kurupuk. Peserta yang melakukan pelanggaran dianggap gugur. Selain itu peserta juga diwajibkan memakan kerupuk yang ada, peserta yang membuang kerupuk (tidak dimakan) dianggap gugur. Jika terjadi insiden kerupuk lepas dari tali yang ada dan jatuh, maka dianggap gugur

 

4.      Tarik tambang


                                                
Foto tarik tambang (www.rifanfajrin.com)


Tarik tambang bukan berasal dari Indonesia, tapi perlombaan ini konon dilakukan sebagai ajang adu kuat dan sumber hiburan. "Lomba ini dimaksudkan agar masyarakat tahu perjuangan pahlawan yang dipaksa bekerja," tulis Jannie, dikutip Tempo dari laman Online Scholarship Competition Medcom, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Cara bermain:

·         Terdiri dari 2 tim, yang setiap tim nya memiliki anggota yang sama.

·         Posisi kaki membentuk kuda-kuda dan agak dibuka lebar.

·         Pada saat menarik tali tambang, masing-masing tim harus bersama-sama mengeluarkan tenaga/kekuatan agar tidak kalah.

·         Tim yang berhasil tertarik dan terbawa sampai melewati batas garis dinyatakan kalah.


Itulah keempat lomba yang pada umumnya mewarnai perayaan kemerdekaan 17 Agustus setiap tahun di Depok.