Selasa, 12 April 2022

KEHIDUPAN SANG VETERAN DARI KOTA DEPOK

 

Mugenih bersama istri dan piagam (Foto: BQ)

 

Tahukah Anda, ada pahlawan yang tak tersorot oleh publik di Kota Depok? Siapakah dia yang selalu bersemangat itu? Bagaimana kehidupannya sekarang?

Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani. Pahlawan, sebutan ini diberikan untuk mereka yang telah berjuang membela tanah air. Seorang pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga. Tanpa lelah dan tanpa pamrih, mereka berjuang demi satu tujuan: kemerdekaan.

Indonesia telah merdeka dari penjajah sejak 76 tahun lalu. Banyak pahlawan yang gugur dalam berjuang di medan perang. Namun, tak sedikit pula yang berhasil selamat dan melanjutkan hidup hingga kini. Walau kehidupan mereka jauh dari sorotan publik, tetapi mereka tetap bersemangat menjalani hidup dalam kemerdekaan Indonesia sebagai veteran.

Dia adalah Mugenih, laki-laki berusia 89 tahun seorang pejuang veteran. Saat Indonesia belum merdeka, ia tergabung dalam Heiho pada zaman penjajahan Jepang. Ketika Indonesia telah merdeka 1945, Mugenih tergabung dalam anggota Laskar Rakyat dan BKR, hingga berganti menjadi TNI.

Pejuang veteran ini tinggal di rumah pribadi sederhana, yang terletak di Margonda Raya Depok, Jawa Barat. Ia tinggal bersama istri dan salah satu anaknya yang telah berkeluarga. Mugenih merupakan warga asli Kota Depok dan menetap di Depok hingga sekarang.

Pada tahun 90-an, Suami dari Aisyah ini mendapatkan beberapa piagam penghargaan. Antara lain: dari Dewan Harian Nasional Angkatan-45 pada 17 Agustus 1995, dari Kepala Kelurahan Pondok Cina 17 Agustus 1995, dan dari Walikota Depok 17 Agustus 1996. Kesemuanya diberikan pada Mugenih sebagai apresiasi atas perjuagannya membela Tanah Air.

Piagam-piagam dalam bingkai kayu yang terpajang rapi di dinding rumahnya, memang menjadi bukti sejarah. Di masa sekarang, penghargaan seperti itu tak diterimanya lagi. Bahkan, keberadaannya pun tak tersentuh publik.

Mencari Tambahan Uang

Semakin jauh langkah kaki bangsa setelah merdeka, kehidupan dan kesejahteraan para pejuang ini sering kali jadi hal yang terlupakan. Banyak cerita menyentuh tentang kehidupan mereka yang cenderung sederhana dan seadanya. Tapi, semangat juang mereka tetap tak pernah padam.

Kehidupannya kini di masa senja, dapat dikatakan jauh dari kemewahan. Meski semua anaknya telah berkeluarga, tetapi ia tak mau meminta apa-apa dari anak-anaknya. Malah anak ke-5 pasangan H. Adih dan Saodah ini, bertekad menghidupi diri sendiri dan istrinya. Namun jika hanya mengandalkan uang pensiun, memang tak akan mencukupi biaya hidup. Oleh sebab itu, ia bekerja sampingan sebagai tukang urut di rumahnya.

Setiap hari ada saja orang yang ingin diurut olehnya. Mereka memang menderita suatu penyakit atau sekadar pegal-pegal biasa. Biasanya, mereka memberikan uang seikhlasnya atas jasa urut Mugenih. Saat ini pun ia masih tetap menerima orang yang ingin memakai jasa urutnya, walau sebenarnya tenaga yang dimiliki Mugenih tak sekuat dahulu.

Beberapa tahun yang lalu, Mugenih telah kehilangan sebagian pendengarannya. Faktor usia membuat veteran ini harus merelakan pendengarannya berkurang. Terkadang tetangga atau orang lain yang menyapanya di jalan maupun di rumah, tak dijawabnya. Ia hanya tersenyum dan mengangkat tangan kanannya.

Begitu pun saat dirinya berolahraga. Demi kesehatan, ia melakukan lari pagi secara rutin. Mulai pukul 06.00 Wib hingga 08.00 Wib, meski hanya ke sekitar rumah dan melewati Kelurahan Pondok Cina saja. Walaupun usianya telah senja, Mugenih masih bersemangat menjalani hidup.

Ketika lari pagi, Mugenih tetap memakai pakaian loreng-loreng atau yang berwarna hijau khas tentara. Pakaian tersebut mengingatkannya pada 76 tahun lalu, saat berjuang bersama para pahlawan lainnya membela Indonesia tercinta. Kenangan itu terus terpatri dalam benak, bahkan di setiap langkah kakinya.

Mampukah kita –sebagai generasi penerus bangsa– memiliki semangat yang tinggi seperti Mugenih? Penjajah memang telah hengkang dari Tanah Air kita, tetapi bagaimana dengan jajahan berbentuk kemiskinan dan kebodohan?

Sampai kapanpun, semangat para veteran takkan pernah padam. Yuk, saatnya peduli para veteran.

 



cr: wordpress.com

TEMPAT-TEMPAT BERSEJARAH DI DEPOK

 Depok, kota yang memiliki segudang cerita ternyata juga memiliki warisan sejarah yang patut dijaga. Terutama peninggalan sejarah berbagai tempat di era sebelum merdeka.

Banyak tempat-tempat bersejarah di Depok yang memiliki nilai historis yang sebagian masih ada hingga saat ini. Depok juga terdapat kawasan yang merupakan kota tua-nya depok yaitu yang disebut dengan Depok Lama. Kawasan Depok Lama ini meliputi seluruh Kelurahan Depok termasuk Jalan Pemuda dan sekitarnya, Jalan Siliwangi dan sekitarnya, Jalan Kartini dan sekitarnya, Stasiun KA Depok (dahulu bernama stasiun Depok Lama) dan sebagian Jalan Dewi Sartika. Tapi tidak hanya di Kawasan Depok Lama terdapat tempat dan situs bangunan bersejarah di Depok, masih banyak di luar kawasan tersebut yang juga mempunyai nilai sejarah.

Masyarakat pun bisa berkunjung ke tempat-tempat bersejarah di Depok sekadar untuk melihat-lihat atau berwisata sekalipun.

Berikut ini ada beberapa tempat bersejarah di kota Depok

1.      Monumen Cornelis Chastellain


                        

Cornelis Chastelein, seorang tuan tanah di daerah Depok pada masa awal kolonisasi VOC di Jawa, merupakan seorang yang memerdekakan 12 keluarga budak yang berisikan kurang lebih 200 orang. Berkat jasanya itu, tepat 200 tahun memperingati meninggalnya Chastelein, didirikanlah tugu Cornelis pada tahun 1914.

Monumen ini sekarang berada di halaman depan dalam area Rumah Sakit Harapan Depok. Monumen ini merupakan tugu pertama yang ada di Depok ketika itu. Pada tahun 1960, tugu ini dihancurkan. Tidak ada yang tahu pasti kenapa tugu tersebut dihancurkan. Pada tahun 2002, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merencanakan pembangunan kembali tugu tersebut namun belum mendapatkan izin dari pemerintah dengan alasan bahwa Cornelis Chastelein bukanlah seorang pejuang atau pahlawan dan sebuah tulisan kalimat pada tugu yang dianggap berbau SARA. Baru pada tahun 2014 tugu ini baru dibangun kembali setelah mendapat ijin serta dihilangkannya tulisan yang dianggap berbau SARA.

 

2.      Rumah Sakit Harapan Depok

                        


Masih berada di kawasan Jalan Pemuda, dahulunya bangunan yang dijadikan rumah sakit ini adalah bangunan kantor dari Cornelis Chastellain yang merupakan pusat pemerintahan kotapraja Depok dimasa lampau. Diperkirakan bangunan tersebut dibangun pada tahun 1880. Rumah Sakit Harapan Depok, rumah sakit pertama yang berdiri di Depok.

 

3.      Jembatan Panus

                        

Jembatan Panus adalah sebuah jembatan peninggalan dari Belanda. Jembatan Panus ini dibangun oleh pemerintah Belanda diatas Sungai Ciliwung pada tahun1917. Penamaan jembatan itu diambil dari nama depan orang Belanda yang sudah lama tinggal disitu yang bernama Stephanus Leander tersebut. Tetapi, mayoritas warga sekitar adalah orang sunda maka warga memanggilnya Panus.

Jembatan Panus pada zaman dulu adalah satu-satunya jalan penghubung antara Bogor menuju Depok dan Jakarta. Jembatan ini sudah jarang digunakan sejak tahun 1990 setelah jembatan yang lebih besar dibangun.

 

4.      Gereja GPIB Immanuel Depok

                        


Gereja ini didirikan sejak tahun 1713 dengan nama “De Protestantse Kerk”. Gereja ini awalnya dibangun menggunakan material kayu dan anyaman bambu. Namun dengan seiring berjalannya waktu, gereja ini mengalami perbaikan pada tahun 1792 dengan mengganti material yang ada menjadi menggunakan batu-batuan sebagai bahan pokok bangunannya. Gereja ini baru dibangun secara permanen pada tahun 1854, dan pada tahun 1989 gereja ini mengalami perombakan dan perluasan


Nah itu adalah beberapa tempat bersejarah yang ada di Depok.

PERLOMBAAN 17 AGUSTUS DI DEPOK SEBELUM PANDEMI

 

Bulan Agustus adalah bulan yang cukup spesial bagi bangsa Indonesia. Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan.

Biasanya ada berbagai acara untuk menyambut, memperingati, serta memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai acara syukuran, upacara bendera, hingga berbagai perlombaan di berbagai lingkungan, baik sekolah, perkantoran, maupun kompleks tempat tinggal.

Kegiatan lomba 17 Agustusan bisa jadi merupakan acara favorit dan paling ditunggu oleh seluruh warga Indonesia karena sangat semarak, menyatukan berbagai elemen dalam masyarakat dan bisa mengeratkan tali persaudaraan antarwarga.

Beberapa lomba yang sering diadakan di Beji, Depok yaitu,

1.      Lomba balap karung.

                                                        Foto balap karung (www.Quora.com)


Lomba ini menyimbolkan pakaian sederhana yang masyarakat Indonesia kenakan pada zaman dahulu. Meskipun diubah menjadi lomba tahunan sebagai peringatan HUT RI, lomba ini sebenarnya telah populer sejak Belanda masih menduduki Indonesia. Biasanya karung yang dipakai adalah karung goni.

Cara bermain:

·         Peserta lomba masuk dan berdiri di dalam karung sembari tangannya menggenggam kedua ujung karung agar tidak turun.

·         Semua peserta berdiri di garis start. Pada hitungan ketiga, para peserta berlomba mencapai garis finish dengan cara melompat dengan karungnya.

·         Yang mencapai garis finish lebih dulu adalah pemenang.

 

2.     Panjat pinang

                                                                        Foto panjat pinang (www.wordpress.com)


Lomba ini diadakan sebagai hiburan kaum kolonial yang ingin melihat masyarakat pribumi memperebutkan "barang mewah" seperti kebutuhan pokok. Barang-barang tersebut digantungkan di atas pinang yang harus dipanjat masyarakat Indonesia jika mereka ingin mendapatkannya. Lomba ini menyimbolkan perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Cara bermain:

·         Sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas yang disiapkan oleh panitia perlombaan.

·         Di bagian atas pohon tersebut sudah disiapkan berbagai hadiah menarik.

·         Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon yang biasanya pohon pinang.

 

3.      Makan kerupuk

                                        Foto lomba makan kerupuk (www.padahakan.com)


Kerupuk menyimbolkan kesederhanaan dan makanan yang mudah didapat. Peserta lomba makan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan. Peserta yang dapat menghabiskan kerupuk terlebih dahulu maka menjadi pemenangnya.

Cara bermain:

·         Masing – masing peserta berdiri di depan kerupuk mereka masing – masing yang telah disediakan oleh panitia.

·         Peserta lomba memutar tubuh 360 derajat 2 atau tiga kali setelah tanda peluit dibunyikan.

·         Memulai memakan kerupuk dengan kepala menengadah kearah kerupuk yang digantung.

·         Tangan masing – masing peserta diletakkan dibelakang, dan tidak boleh memegang kerupuk ataupun tali kurupuk. Peserta yang melakukan pelanggaran dianggap gugur. Selain itu peserta juga diwajibkan memakan kerupuk yang ada, peserta yang membuang kerupuk (tidak dimakan) dianggap gugur. Jika terjadi insiden kerupuk lepas dari tali yang ada dan jatuh, maka dianggap gugur

 

4.      Tarik tambang


                                                
Foto tarik tambang (www.rifanfajrin.com)


Tarik tambang bukan berasal dari Indonesia, tapi perlombaan ini konon dilakukan sebagai ajang adu kuat dan sumber hiburan. "Lomba ini dimaksudkan agar masyarakat tahu perjuangan pahlawan yang dipaksa bekerja," tulis Jannie, dikutip Tempo dari laman Online Scholarship Competition Medcom, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Cara bermain:

·         Terdiri dari 2 tim, yang setiap tim nya memiliki anggota yang sama.

·         Posisi kaki membentuk kuda-kuda dan agak dibuka lebar.

·         Pada saat menarik tali tambang, masing-masing tim harus bersama-sama mengeluarkan tenaga/kekuatan agar tidak kalah.

·         Tim yang berhasil tertarik dan terbawa sampai melewati batas garis dinyatakan kalah.


Itulah keempat lomba yang pada umumnya mewarnai perayaan kemerdekaan 17 Agustus setiap tahun di Depok.


Rabu, 06 April 2022

Cara Membuat Bubur Merah Putih Yang Enak dan Legit

 

Bubur merah putih atau disebut juga dengan nama jenang sengkolo merupakan makanan yang wajib ada saat syukuran atau selamatan di Jawa. Biasanya makanan ini dimasak untuk merayakan hari kelahiran, pernikahan, atau hari raya seperti Hari Kemerdekaan.

Bagaimana cara membuat bubur merah putih atau bubur sengkolo yang legit dan enak? Berikut ini resep mudah yang bisa dipraktikkan.

Bahan (5-6 orang):

·         250 gram beras ketan putih

·         200 gram gula merah gelap, sisir

·         1 lembar daun pandan

·         3 gelas belimbing air

Kuah Santan:

·         65 ml santan kental

·         1 gelas air

·         1 lembar daun pandan, simpulkan

·         1/2 sendok teh garam

Cara Membuat Bubur Merah Putih:

1.    Rendam ketan selama 1 jam, lalu cuci bersih.

2.    Rebus gula merah, segelas air, dan pandan sampai larut, lalu angkat dan saring.

3.    Masak beras ketan bersama air dan daun pandan sampai lunak. Jangan lupa diaduk agar dasar panci tidak hangus.

4.    Sisihkan sedikit bubur ketan untuk bagian putihnya nanti.

5.    Masukkan gula merah rebus ke dalam bubur, lalu aduk hingga rata dan airnya sedikit menyusut. Angkat dari kompor.

6.    Buat kuah santan. Rebus santan kental, air, garam, dan pandan hingga mendidih. Lalu angkat dari kompor.

7.    Campur bubur ketan putih dengan sesendok makan kuah santan tadi. Aduk rata dan sisihkan.

8.    Tata bubur ketan merah di piring atau mangkuk. Beri sedikit bubur putih di tengahnya, lalu siram kuah santan.

Bubur merah putih biasanya disajikan untuk acara syukuran, termasuk saat HUT RI. Warna merahnya berasal dari gula merah, sedangkan putihnya dicampur kelapa.

Demikian cara membuat bubur merah putih yang enak dan legit.

Wanita Sukses Bisnis Aksesori, Sehari Dapat Rp.150 Juta Saat Sepi

 


Wanita asal Depok bernama Olla sempat viral karena kisah sukses bisnisnya. Pemilik Olla Shopping Depok tersebut berjualan perhiasan imitasi yang bisa menghasilkan ratusan juta dalam sehari. Selama pandemi, ia mengaku masih banyak pembeli hingga bisa mendapat Rp 150 juta saat sepi.

Nurlaela atau yang akrab disapa Olla, merupakan seorang pengusaha aksesori sukses. Memilki penghasilan Rp 4,5 miliar, Olla pun djuluki Crazy Rich Depok lantaran kekayaannya saat ini.

Mendapat julukan crazy rich, Olla mengaku tak bangga akan gelar tersebut. Wanita yang viral setelah tampil dalam acara acara Sobat Misqueen Trans 7 itu merasa risih ketika dipanggil Crazy Rich.

"Nggak nyaman karena takut disandingkan dengan crazy rich yang lain juga. Saya nggak pernah men-cap diri saya itu Crazy Rich Depok, orang yang menilai. Kalau emang itu saya syukurin amin, cuman yang jelas itu usaha itu saya bukan sukses karena dari orang tua saya yang kaya raya, bukan penerus. Dan juga bukan usaha karena hoki," jelas Olla seperti dikutip dari InsertLive.com.

Olla merupakan pemilik gerai Olla Shopping Depok. Dia menjual berbagai perhiasan imitasi dan aksesori. Belum lama ditekuni, usaha perhiasaan pebisnis yang tidak lulus SMP ini sudah sangat menghasilkan. Dia bisa memiliki mobil, rumah, hingga koleksi fashion mahal yang dibelinya dari hasil kerja kerasnya bisnis online shop perhiasaan titanium atau stainless steel itu.

Olla mengaku tak lupa akan daratan di saat kini dirinya sudah bisa menghasilkan miliaran rupiah. Dia tak pernah menganggap dirinya sebagai seorang bos.

Namun, kesuksean yang diraih Olla tak didapatkannya secara mudah begitu saja. Sejak kecil, dia sudah belajar usaha dengan berjualan es mambo demi mendapatkan uang jajan.

Dan ketika dewasa, ia pun mulai usaha sendiri mulai dari berjualan aksesori, skincare, hingga busana yang membuatnya bergelimang harta.

Tak hanya bantu berdagang, Olla pun dilatih ibunya membuat es mambo dan es buah yang mereka jual. Namun, berkat didikan itu lah, ia terbiasa bekerja keras dahulu sebelum mendapat uang jajan untuk sekolah.

Dengan adanya ini maka perekonomian Indonesia akan maju dan dengan banyak nya orang yang membuka bisnis baru, maka akan berkurangnya angka pengangguran.

Selasa, 05 April 2022

Erika Usaha Nasi Padang Yang Laris Manis

Erika adalah anak dari pemilik Nasi padang, bernama Rumah Makan Trio Minang. Kenapa si dinamakan trio minang? karena dulu rumah makan trio minang didirikan oleh 3 orang yang merantau dari Padang ke Depok. Rumah makan ini sudah berdiri sejak tahun 2007. "Bapak saya sudah merintis usaha ini sekitar 15 tahun"Ucap Erika.

Dari hasil usaha rumah makan, Bapak dari Erika bisa membiayai pendidikan sekolah 4 orang anak. Anak pertamanya sudah lulus kuliah, sudah bekerja, dan sudah berumah tangga. Anak keduanya yaitu Erika sudah lulus sekolah, dengan umurnya yang dibilang masih muda sekarang ia melanjuti usaha dari bapaknya. Anak ketiganya masih duduk dibangku dasar dan anak keempatnya masih balita.

Usaha rumah makan tentu saja ada naik-turunnya pembeli. Dari tahun ke tahun pasti ada perbedaannya. "Perbedaan dari tahun ke tahun yang dirasakan yaitu sudah pasti ada perbedaannya ya, ada naik turunnya, di tambah lagi dengan adanya virus covid-19 ini ya sangat berpengaruh sekali dengan pendapatan yang kita dapat saat ini, sangat berbeda dengan dulu sebelum adanya virus ini pendapatan yang sangat stabil dan dapat mencukupi kebutuhan kita" Ujar Erika

Di awal-awal pandemi covid ini banyak sekali orang-orang yang takut keluar rumah, pendapat usaha ini sudah pasti pendapatan makin menurun karena tidak banyak orang yang keluar rumah, ditambah lagi dengan kegiatan kampus dan perkantoran yang di liburkan.

Cara mempromosikan usaha agar banyak yang membeli yaitu dengan cara mendaftarkan usaha kita ke dalam aplikasi online dan memposting usaha makanan kita ke dalam media sosial. Agar usaha dapat berkembang dengan mudah dapat menambahkan menu baru yang inovatif dan menarik, serta harus tetap konsisten dengan cita rasa yang enak ini.

Banyaknya pesaing rumah makan padang tidak menjadi acuan buat erika, karena menurut dia semakin banyaknya rumah makan maka semakin bagus, akan mengurangi jumlah pengangguran. Ia juga tidak terlalu khawatir soal itu karna rejeki juga sudah ada yang mengatur.

Zaman sekarang semua bahan pokok pada naik harganya, terutama kenaikan harga sembako. Minyak sebagai bahan utama untuk memasak malah naik drastis, apalagi harga sembako makin mahal ketika menjelang bulan puasa dan lebaran. Kenaikan sembako ini sangat berdampak pada masyarakat kecil dan apalagi yang memiliki usaha warung makan.

Usaha warung nasi padang termasuk makanan tradisional Indonesia. Jadi kita sebagai warga negara Indonesia harus melestarikan makanan Indonesia. Dengan cara kita harus mulai mencintai makanan daerah yang kita punya karena bangsa Indonesia mempunyai makanan daerah yang sangat banyak dan juga beragam. Kita juga bisa mengenalkan makanan kita pada turis asing yang sedang berkunjung di indonesia, agar makanan Indonesia lebih unggul dari pada makanan luar negeri lainnya.

5 Makanan Khas Kemerdekaan Indonesia yang Enak

 

Bulan Agustus menjadi yang spesial buat bangsa Indonesia. Tepat di setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan atau Hari Ulang Tahun (HUT) RI.

Ada banyak hal menarik yang dilakukan masyarakat untuk memperingati kemerdekaan mulai dari menggelar karnaval budaya, menyelenggarakan berbagai lomba khas Agustus juga menyediakan beragam kuliner khas Hari Kemerdekaan.

Berikut 5 makanan khas kemerdekaan Indonesia yang enak dan unik. Simak semua sajian khasnya di bawah ini. 

1.      Nasi Tumpeng

 Tentang Nasi Tumpeng Yang Harus Kamu Ketahui, Fatal Kalau Sampai Salah •  Kitchen of Indonesia

foto nasi tumpeng (www.kitchenofIndonesia.com)

Nasi tumpeng menjadi menu wajib Hari Kemerdekaan. Nasi yang terbuat dari nasi kuning ini biasanya disajikan dengan beragam lauk. Sedikitnya ada tujuh lauk dalam sajian nasi tumpeng, seperti perkedel, telur dadar, ayam goreng dan oreg kentang.

2.      Telok Pindang

Telok Pindang, Santapan Lezat Untuk HUT ke-75 RI - Traveling Bisnis.com

                foto telok pindang (www.travel-bisnis.com)

Telok pindang termasuk kuliner yang mudah ditemukan di Palembang. Telok pindang adalah telur ayam yang direbus selama lima jam bersama rempah-rempah seperti serai, garam, gula merah dan asam jawa. Makan telok pindang di Hari Kemerdekaan memberi pengalaman yang cukup mengesankan dan sudah menjadi tradisi di Palembang.

3.      Nasi Tutug Oncom

Resep Nasi Tutug Oncom ft Udang bakar oleh Frielingga Sit - Cookpad

                foto nasi tutug oncom (www.cookpad.com)

Kuliner ini juga merupakan kuliner khas Hari Kemerdekaan. Nasi ini biasanya disajikan di dalam kendil tanah liat. Disandingkan dengan berbagai lauk seperti ayam, ikan atau bebek goreng, menu ini sangat menggugah selera.

4.      Bubur Merah Putih

Resep Bubur Merah Putih oleh anissa.karlina - Cookpad

foto bubur merah putih (www.cookpad.com)

Bubur merah putih biasanya disajikan untuk acara syukuran, termasuk saat HUT RI. Warna merahnya berasal dari gula merah, sedangkan putihnya dicampur kelapa.

5.      Puding Merah Putih

Resep puding merah putih by Yana Utami langsungenak.com

foto puding merah putih (www.langsungenak.com)

Puding merah putih ini dibuat untuk melambangkan bendera Indonesia. Makna dari puding ini adalah semacam harapan bisa menambah kecintaan masyarakat Indonesia terhadap tanah air.


Itulah beberapa makanan khas Indonesia yang identik dengan perayaan HUT RI 17 Agustus.

TIPS MEMILIH KOSTUM UNTUK KARNAVAL 17 AGUSTUS

Seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan bermacam perayaan. Selain perlombaan, yang menarik adalah karnaval 17 Agustus. Karnaval identik dengan pawai kostum hingga pertunjukan budaya. Namun sering ditemui kostum unik dan lucu, serta memberikan hiburan tersendiri bagi yang menyaksikan.

Bahkan pesta kostum saat 17 Agustus dapat dijadikan lomba tersendiri dalam rangka memeriahkan acara yang jatuh hanya setahun sekali ini. Umumnya pemenang akan dilihat dari sisi kostum yang paling kreatif dan tentunya terbaik di antara kostum peserta lain. 

Nah, berikut tema kostum karnaval, yang bisa jadi ide karnaval 17 Agustus dirangkum dari berbagai sumber:

1.      Pakaian adat menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia

                                                            foto memakai baju adat (www.antaranews)

Nusantara memiliki beragam suku dan adat istiadat. Saat merayakan kemerdekaan Indonesia, tak lengkap rasanya bila tidak menggunakan baju adat dari masing-masing kota asal.

Berbagai pakaian adat yang ada Indonesia bisa jadi pilihan. Mulai dari yang terlihat ribet, seperti pakaian kerajaan, sultan, dan keraton hingga pakaian yang sederhana dan mudah dibuat, seperti pakaian adat dari Papua.

Kostum 17 Agustusan ini seringkali dipakai oleh anak-anak sekolah saat karnaval untuk memperlihatkan kalau baju adat Indonesia sangat bervariasi di seluruh daerah atau provinsi. Tak hanya anak-anak, namun orang dewasa pun bisa memakai baju adat sebagai kostum untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

2.      Kostum Profesi membantu anak memahami pekerjaan di Indonesia semakin beragam 

Foto memakai baju TNI (www.haibunda.com)

Tema ini sering dipakai di karnaval, karena banyak jenis profesi yang dipilih. Kostumnya pun cukup mudah didapatkan. Anak-anak biasanya memakain kostum profesi yang mereka cita-citakan, seperti kostum polisi, TNI, dan dokter. Namun ada juga yang memakai profesi masyarakat biasa, seperti nelayan, petani, dan sebagainya.

3.      Cosplay Superhero Indonesia.

foto memakai baju superhero Indonesia (www.bukalapak.com)

Tidak hanya di luar negeri, Indonesia juga memiliki superhero versi lokal. Tema itu yang kemudian diangkat di beberapa karnaval yakni memperkenalkan tokoh superhero Indonesia, seperti Gatot Kaca, Wiro Sableng, Si Pitung, Si Buta dari Goa Hantu, dan sebagainya. Terkadang bagi orang dewasa, hal itu bisa mengenang tontonan masa kecilnya dulu.

4. Kebaya dapat digunakan sebagai pakaian khas Indonesia

foto memakai baju kebaya (www.popmana.com)

Untuk tema kostum untuk anak-anak perempuan, tak jarang menggunakan kebaya sebagai pakaian khas Indonesia. Kebaya tidak hanya digunakan saat merayakan hari Kartini saja, namun banyak juga dipakai sebagai tema kostum ketika sedang memeriahkan 17 Agustusan. 

5.      Kostum dari barang-barang bekas membantu cinta lingkungan

foto memakai baju dari barag bekas (www.popmana.com)

Kostum 17 Agustusan tidak perlu mewah karena dapat menggunakan barang-barang bekas.  Pergunakanlah bahan-bahan yang ada di rumah seperti koran dan sampah non organik, lalu kreasikan menjadi sebuah kostum unik untuk karnaval. 

Perlu disadari bahwa membuat kostum 17 Agustus seperti baju koran serta atribut selempang dari sampah dapat menjadi kostum karnaval unik sekaligus murah. Penggunaan kostum 17 Agustusan ini juga dapat meningkatkan inisiatif banyak orang agar semakin cinta lingkungan dan tanah air. 

Itulah beberapa rangkuman mengenai tema kostum 17 Agustusan yang bisa menjadi pilihan selama karnaval. Semoga bisa rekomendasi ini membantu ya!